Rabu, 26 Januari 2011

Kapasitor

Kondensator/Kapasitor adalah komponen pasif, notasinya dituliskan dengan huruf C berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik banyaknya muatan listrik per detik dalam satuan Qoulomb (Q). Kemampuan Kondensator/Kapasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad (F), 1 Farad = 1.000.000 m F baca (mikro farad), 1 m F = 1.000 nF baca (nano Farad) dan 1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).Pada perinsipnya Kondensator/Kapasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk memperbesar kapasitansi Kondensator/Kapasitor diantaranya adalah: keramik; kertas; kaca; mika; polyister dan elektrolit tertentu.
Disamping memiliki nilai kapasitas menyimpan muatan listrik Kondensator/Capasitor juga memiliki batas tegangan kerja (working Voltage) maksimum yang dicantumkan nilainya pada komponen. Tegangan kerja Kondensator/Capasitor AC untuk non polar : 25 Volt; 50 Volt; 100 Volt; 250 Volt 500 Volt dsb. Tegangan kerja DC untuk polar: 10 Volt; 16 Volt; 25 Volt; 35 Volt; 50 Volt; 100 Volt; 250 Volt.
Kapasitor yang sering dinamakan pula kondensator merupakan piranti elektronik
yang berfungsi :
1. Menyimpan muatan listrik sementara.
2. Penapisan frekuensi
3. Penalaaan frekuensi
4. Pembentukan gelombang
5. Pengopelan dari satu rangkaian ke rangkaian yang lain.
Membaca Kapasitansi
Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.
Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.
Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104, maka kapasitansinya adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF.
Cara pembacaan nilai kapasitor berbeda – beda sesuai dengan jenisnya, ada yang tertera pada bodi kapasitor ( dalam bentuk label ) dan ada pula yang menggunakan kode warna. Pembacaan nilai kapasitor yang menggunakan kode warna mirip dengan pembacaan pada resistor.

- Angka ke-1 menunjukkan bilangan puluhan
- Angka k-2 menunjukkan bilangan satuan
- Angka ke-3 menunjukkan bilangan pengali
contoh :
1. Pada sebuah kapasitor tertera angka 472 artinya,Kapasitas = 47 x 102 = 4700 pF = 4,7 nF
2. Pada sebuah kapasitor tertulis : 470 μF, 25V artinya, Kapasitas = 470 μF dengan tegangan kerja = 25 volt.
3. Kode kapasitor 562 J 100 V, artinya besarnya kapasitansi 56 x 102pF, J: besarnya toleransi 5%, 100 V, kemampuan tegangan kerja 100 Volt.
4. 100 nJ, artinya besarnya kapasitansi 100 nF, J: besarnya toleransi 5% Kode kapasitor 100 uF 50 V, artinya besarnya kapasitansi 100 uF, besarnya tegangan kerja 50 Volt.
Kapasitor dibedakan menjadi dua yakni :
 
Kapasitor Elektrolit
1. Kapasitor Tetap
2. Kapasitor Variabel
Kapasitor tetap nilai kapasitasnya sudah tidak dapat diubah-ubah seperti : kapasitor film,kapasitor polyster,kapasitor keramik,kapasitor mika , dll. Sedang kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitasnya dapat diubah – ubah seperti : VARCO (Variabel Condensator), kapasitor Trimer.
- Kapasitor Elektrolit
Simbol Kapasitor Elektrolit
Ciri – cirinya adalah :
• Memilik polaritas yakni positip dan negatip
• Untuk meratakan riak pada rectifier / penyearah arus.
• Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF dan dengan tegangan kerja tertentu yang tidak boleh dilampaui.
• Kerusakan yang sering terjadi adalah konslet,kering,bocor,atau meletus.
• Bentuk phisik kapasitor elektrolit seperti gambar ini :
- Kapasitor Tantalum
ciri - ciri nya :
• Memiliki polaritas positip dan negatip
• Berfungsi sama dengan kapasitor elektrolit
• Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF
• Mempunyai unsur logam yang kuat
Kapasitor Tantalum
- Kapasitor Trimer
simbol Kapasitor Trimer
ciri - ciri nya :
• Penyetelan dilakukan menggunakan obeng
• Kedua keping logamnya diisolasi menggunakan lapisan tipis
• Memiliki kapasitas antara 20 pF hingga 100 pF
• Dimanfaatkan pada penerima radio maupun pesawat komunikasi
• Berfungsi sebagai pemilih gelombang / tunning.
Kapasitor Trimer
- Kapasitor Film
Kapasitor Film
ciri - ciri nya :
• Tegangan kerjanya sangat tinggi
• Tidak memiliki polaritas
• Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF
• Kapasitas ada yang tertulis langsung dan ada menggunakan kode warna
• Banyak digunakan pada lampu blitz kamera
- Kapasitor Polyester
ciri - cirinya :
• Tidak memiliki polaritas
• Berbentuk persegi
• Kapasitasnya dinyatakan dalam nF









Kapasitor Variabel
Simbol Varco
ciri nya :
• Dapat diubah kapasitasnya antara Memiliki dua macam dielektrik yakni logam dan plastik
• Sebagai tunning pada penerima radio
• Kapasitas Varco logam antara 200 pF – 1000 pF
• Kapasitas Varco plastik antara 100 pF – 350 pF
• Varco logam digunakan pada tunninng yang bertegangan tinggi seperti Pemancar
Kapasitor Variabel
- kapasitor keramik
Kapasitor Keramik
ciri nya :
• Tidak memiliki polaritas / nonpolar
• Bentuk bulat tipis ( seperti kancing baju )
• Dipakai sebagai filter
• Kapasitasnya dinyatakan dalam pF
• Tegangan kerjanya mulai dari 25 volt, 50 volt , 100 volt , 150 volt , 200 volt , 400 volt bahkan sampai ribuan volt.
• Nilai kapasitasnya ada yang tertulis langsung dan ada yang menggunakan hitungan.
 




A) Kapasitor Nonpolar
Kondensator/Capasitor non polar adalah Capasitor yang elektrodanya tanpa memiliki kutub positif (+) maupun kutub negatif (-) artinya jika pemasangannya terbalik maka Kapasitor tetap bekerja. Contoh Kondensator/Capasitor nonpolar yaitu: Kondensator/Kapasitor variabel (Varco); Kertas, Mylar, Polyester, Keramik dsb.
B) Kapasitor Polar
Kondensator/Capasitor Polar elektrodanya mempunyai dua kutup, yakni kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Apabila Capasitor ini dipasang pada rangkaian elektronika, maka pemasangannya tidak boleh terbalik. Salah satu contonya adalah Capasitor elektrolit atau elko, Tantalum. Nilai kapasitas maksimum dan kutub –kutubnya sudah tertera pada bodi komponen tersebut.

5 komentar:

Anonim mengatakan...

sya mnta informasi nya yaa, thx. fajar.quark@rocketmail.com

siti_humairoh mengatakan...

okeee.. sama sama.. :)

Regina Calista mengatakan...

pnjlasan ttg kpasitor mika, kertas , inti udara, dll.. masih blum ada. mohon ditambah y kak agar makin lengkap.. :)

Rendra mengatakan...

Makasih bro infonya, pas ane butuh banget info ini...

Anonim mengatakan...

mamay blog y bagus isinya nh.....

Posting Komentar