Rabu, 26 Januari 2011

Dioda

Dioda semi konduktor yang dipakai pada teknik elektronika pada umumnya digunakan untuk menyearahkan arus listrik AC menjadi DC. Dioda dibentuk oleh atom P dan atom N yang digabungkan menjadi satusehingga akan membentuk susunan seperti gambar dibawah ini.

simbol dan gambar dioda
Dari gambar di samping atom P disebut sebagai anoda dan atom N sebagai katoda. Bila anoda diberi muatan positip dan katoda diberi muatan negatip, maka arus akan mengalir (lampu menyala), sebaliknya jika anoda diberi muatan negatip dan katoda diberi muatan positip, maka arus tidak mengalir.
Dalam pendekatan dioda ideal, dioda dianggap sebagai sebuah saklar tertutup jika diberi bias forward dan sebagai saklar terbuka jika diberi bias reverse. Artinya secara ideal, dioda berlaku seperti konduktor sempurna (tegangan nol) jika dibias forward dan seperti isolator sempurna (arus nol) saat dibias reverse.
Untuk pendekatan kedua, dibutuhkan tegangan sebesar 0,7 V sebelum dioda silikon konduksi dengan baik. Dioda dapat digambarkan sebagai suatu saklar yang diseri dengan tegangan penghambat 0,7 V. Apabila tegangan sumber lebih besar dari 0,7 V maka saklar akan tertutup. Sebaliknya apabila tegangan sumber lebih kecil dari 0,7 V maka saklar akan terbuka.
Dalam pendekatan ketiga akan diperhitungkan hambatan bulk (RB). Rangkaian ekivalen untuk pendekatan ketiga ini adalah sebuah saklar yang terhubung seri dengan tegangan 0,7 V dan hambatan RB. Saat tegangan dioda lebih besar dari 0,7 V maka dioda akan menghantar dan tegangan akan naik secara linier dengan kenaikan arus. Semakin besar arus, akan semakin besar tegangan dioda karena tegangan ada yang jatuh menyebrangi hambatan bulk.
Arah gerakan arus yang mengalir ini dinamai arah gerak maju atau forward direction. Arah gerakan tanpa aliran arus ini dinamai arah gerak tentang atau revers direction.
Pada mulanya dioda terbuat dari germanium,namun karena germanium memiliki kelemahan terhadap suhu maka sekarang diganti denganbahan silicon. Dioda dikemas dengan plastik , logam ataupun gelas. Dioda yang banyak terdapat dipasaran seperti :IN 1028 , IN 1029 , IN 4001 , IN 4002 , IN 4007, IN 5058 , dll.
Beberapa dioda yang ada dipasaran beserta kegunaannya:
- Dioda Detektor
Ciri – cirinya adalah :
• Terbuat dari bahan germanium
• Mendeteksi sinyal – sinyal kecil pada pesawat penerima radio
• Terdapat beberapa tipe seperti : OA 70 , OA 79 , OA 90 , IN 34 , IN 60 , IN 914 , dll.
- Dioda Penyearah / Rectifier
Dioda Penyearah
Ciri – cirinya adalah :
• Mengubah arus bolak – balik (AC) menjadi arus searah (DC).
• Terbuat dari bahan silikon
• Digunakan pada power supply / adaptor
• Tegangan kerjanya antara 25 volt – 50 volt dengan kemampuan arus antara 0,25 ampere sampai 1 ampere
• Dalam memilih dioda ini harus diperhatikan spesifikasi tegangan puncak terbalik dan arus kerja DC rata – ratanya.
Misal pada dioda silicon tipe IN 4003 tertulis 1 A / 50V,artinya bahwa arus kerja DC rata-ratanya 1Adan 50 volt adalah tegangan puncak terbaliknya,yang dikenal PRV atau PIV.
- Dioda zener
Simbol Dioda Zener
Ciri – cirinya adalah :
• Terbuat dari bahan silicon
• Digunakan untuk pensetabil tegangan
• Kemampuan daya berkisar antara 400mW – 50W
• Dipasaran terdapat beberapa ukuran : 2,4V , 2,7V , 3,0V , 3,3V , 3,9V , 4,3V , 4,7V , 6V , 7,5V , 9V , 12V , 15V, dlsb.
• Merupakan dioda yang didoping khusus sehingga ketika mendapat tegangan arah maju akan bertingkah seperti dioda biasa,sedang ketika dikenai tegangan terbalik dioda tidak menghantar kecuali tinggi tegangan mencapai tegangan zener / tembus.
Dioda Zener
- LED (Light Emitting Diode)
Simbol LED
Ciri – cirinya adalah :
• Terbuat dari bahan semikonduktor campuran : galium , phospor , Indium.
• Dapat memancarkan cahaya jika dikenai tegangan listrik.
• Tegangan kerja berkisar antara 1,4 volt – 3 volt.
• Memerlukan arus berkisar antara 30ma – 100ma.
• Sering digunakan pada lampu indikator,lampu kontrol,lampu variasi, dll.
• Intensitas cahaya berbanding langsung dengan arus maju yang mengalir
• Kaki panjang sebagai anode dan kaki pendek sebagai katode.
LED
SIFAT DIODA
a. Bias Maju
Jika anoda dihubungkan dengan kutub positip sumber searah dan katodanya dihubungkan dengan kutub negatipnya seperti terlihat pada gambar, maka rangkaian tersebut dikenal sebagai rangkaian bias maju (Forward -Bias).
Pada kondisi seperti ini arus akan mengalir dari anoda menuju katoda. Tegangan dimana dioda mulai mengalirkan arus disebut sebagai tegangan kerja dioda ( Ud).
 

b. Bias Mundur
Jika kedua elektroda dioda tersebut kita hubungkan secara terbalik (berlawanan polaritas), yaitu anoda dihubungkan dengan sumber negatip sumber searah sedangkan katoda dihubungkan dengan sumber positipnya, maka bias demikian disebut bias mundur (Reverse-Bias) seperti diperlihatkan pada gambar.
Pada saat reverse ini dioda akan mempunyai nilai hambatan yang besar, sehingga arus tidak akan atau sedikit mengalir dalam orde mikroamper. Jika tegangan sumber dinaikkan lebih besar lagi, maka suatu saat tertentu secara tiba-tiba arus akan naik secara linear. Tegangan saat arus mengalir secara linear ini dikenal sebagai tegangan patahan (Breakdown Voltage). Tegangan ini jika terus diperbesar akan mengakibatkan kerusakan pada dioda dan untuk itu tegangan ini dibatasi hingga tegangan nominal yang dikenal dengan nama Peak Inverse Voltage disingkat PIV. Pada forward bias, perbedaan voltage antara katoda dan anoda disebut threshold voltage atau knee voltage. Besar voltage ini tergantung dari jenis diodanya, bisa 0.2V, 0.6V dan sebagainya. Bila dioda diberi reverse bias (yang beda voltagenya tergantung dari tegangan catu) tegangan tersebut disebut tegangan terbalik. Tegangan terbalik ini tidak boleh melampaui harga tertentu, harga ini disebut breakdown voltage, misalnya dioda type 1N4001 sebasar 50V. Dioda jenis germanium misalnya type 1N4148 atau 1N60 bila diberikan forward bias dapat meneruskan getaran frekuensi radio dan bila forward bias dihilangkan, akan memblok getaran frekuensi radio tersebut. Adanya sifat ini, dioda jenis tersebut digunakan untuk switch.
c. Dioda Sebagai Penyearah Arus (Rectifier)
Berdasarkan sifat-sifat dioda , maka dioda dapat dimanfaatkan sebagai alat penyearah arus bolak-balik (rectifier). Ada dua macam penyearah yang dikenal, yaitu :
1. Penyearah Setengah Gelombang (Half-Wave Rectifier),
2. Penyearah Gelombang Penuh (Full-Wave Rectifier).
1. Penyearah Setengah Gelombang
Rangkaian dasar penyearah setengah gelombang diperlihatkan pada gambar dimana sisi primer transformator tersambung dengan sumber bolak-balik (ac) sedangkan sisi sekunder dihubungkan seri dengan sebuah dioda dan tahanan beban (RL).Jika saklar S ditutup, maka saat t1 – t2 keadaan di titik A misal berpolaritas positip, maka pada setengah periode ini dioda ada dalam kondisi menghantar sehingga arus IRL mengalir. Arus tersebut akan melewati tahanan RL sehingga antara titik C dan D terbangkit tegangan yang sebanding dengan besarnya arus yang mengalir.
2. Penyearah Gelombang Penuh
Ada dua macam penyearah gelombang penuh, yaitu sistem Titik -Tengah (centretap) dan Sistem Jembatan (bridge).
d. Dioda sebagai pelipat tegangan (Voltage Multiplier)
Guna melipat tegangan dari suatu sumber tegangan searah , maka dapat dibuat rangkaian pelipat yang dasarnya adalah merupakan rangkaian penyearah tegangan. Besar tegangan yang dilipatkan dapat diatur mulai dari duakali lipat, tigakali lipat atau seterusnya. Sebagai contoh jika anda menghendaki kelipatan dua dari tegangan output suatu penyearah sebagai berikut :
Jika diketahui tegangan efektiv (rms) suatu sumber ac adalah 4,5 volt, maka tegangan maksimum (Um) adalah 4,5 x ? 2 = 6,3 volt.
Jika tegangan tersebut dilewatkan pada rangkaian pelipat dua, maka tegangan output yang dihasilkan adalah Uo = 2 x 6,3 volt = ? 12,6 volt.
Rangkaian pelipat dua disebut Doubler, pelipat tiga disebut Tripler dan pelipat empat disebut Quadrupler atau secara umum pelipat ini disebut sebagai Multiplier.

selengkapnya......

Induktor

Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.
Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.
Induktansi (L) (diukur dalam Henry) adalah efek dari medan magnet yang terbentuk disekitar konduktor pembawa arus yang bersifat menahan perubahan arus. Arus listrik yang melewati konduktor membuat medan magnet sebanding dengan besar arus. Perubahan dalam arus menyebabkan perubahan medan magnet yang mengakibatkan gaya elektromotif lawan melalui GGL induksi yang bersifat menentang perubahan arus. Induktansi diukur berdasarkan jumlah gaya elektromotif yang ditimbulkan untuk setiap perubahan arus terhadap waktu. Sebagai contoh, sebuah induktor dengan induktansi 1 Henry menimbulkan gaya elektromotif sebesar 1 volt saat arus dalam indukutor berubah dengan kecepatan 1 ampere setiap sekon. Jumlah lilitan, ukuran lilitan, dan material inti menentukan induktansi.
Induktor sering digunakan pada sirkuit analog dan pemroses sinyal. Induktor berpasangan dengan kondensator dan komponen lain membentuk sirkuit tertala. Penggunaan induktor bervariasi dari penggunaan induktor besar pada pencatu daya untuk menghilangkan dengung pencatu daya, hingga induktor kecil yang terpasang pada kabel untuk mencegah interferensi frekuensi radio untuk dprd melalui kabel. Kombinasi induktor-kondensator menjadi rangkaian tala dalam pemancar dan penerima radio. Dua induktor atau lebih yang terkopel secara magnetik membentuk transformator.
Induktor digunakan sebagai penyimpan energi pada beberapa pencatu daya moda sakelar. Induktor dienergikan selama waktu tertentu, dan dikuras pada sisa siklus. Perbandingan transfer energi ini menentukan tegangan keluaran. Reaktansi induktif XL ini digunakan bersama semikonduktor aktif untuk menjaga tegangan dengan akurat. Induktor juga digunakan dalam sistem transmisi listrik, yang digunakan untuk mengikangkan paku-paku tegangan yang berasal dari petir, dan juga membatasi arus pensakelaran dan arus kesalahan. Dalam bidang ini, indukutor sering disebut dengan reaktor.
Induktor yang memiliki induktansi sangat tinggi dapat disimulasikan dengan menggunakan girator.
Sebuah induktor biasanya dikonstruksi sebagai sebuah lilitan dari bahan penghantar, biasanya kawat tembaga, digulung pada inti magnet berupa udara atau bahan feromagnetik. Bahan inti yang mempunyai permeabilitas magnet yang lebih tinggi dari udara meningkatkan medan magnet dan menjaganya tetap dekat pada induktor, sehingga meningkatkan induktansi induktor. Induktor frekuensi rendah dibuat dengan menggunakan baja laminasi untuk menekan arus eddy. Ferit lunak biasanya digunakan sebagai inti pada induktor frekuensi tingi, dikarenakan ferit tidak menyebabkan kerugian daya pada frekuensi tinggi seperti pada inti besi. Ini dikarenakan ferit mempunyai lengkung histeresis yang sempit dan resistivitasnya yang tinggi mencegah arus eddy. Induktor dibuat dengan berbagai bentuk. Sebagian besar dikonstruksi dengan menggulung kawat tembaga email disekitar bahan inti dengan kaki-kali kawat terlukts keluar. Beberapa jenis menutup penuh gulungan kawat di dalam material inti, dinamakan induktor terselubungi. Beberapa induktor mempunyai inti yang dapat diubah letaknya, yang memungkinkan pengubahan induktansi. Induktor yang digunakan untuk menahan frekuensi sangat tinggi biasanya dibuat dengan melilitkan tabung atau manik-manik ferit pada kabel transmisi.
Induktor kecil dapat dicetak langsung pada papan rangkaian cetak dengan membuat jalur tembaga berbentuk spiral. Beberapa induktor dapat dibentuk pada rangkaian terintegrasi menhan menggunakan inti planar. Tetapi bentuknya yang kecil membatasi induktansi. Dan girator dapat menjadi pilihan alternatif.
jenis - jenis lilitan
Lilitan ferit sarang madu
Lilitan sarang madu dililit dengan cara bersilangan untuk mengurangi efek kapasitansi terdistribusi. Ini sering digunakan pada rangkaian tala pada penerima radio dalam jangkah gelombang menengah dan gelombang panjang. Karena konstruksinya, induktansi tinggi dapat dicapai dengan bentuk yang kecil.
Lilitan inti toroid
Sebuah lilitan sederhana yang dililit dengan bentuk silinder menciptakan medan magnet eksternal dengan kutub utara-selatan. Sebuah lilitan toroid dapat dibuat dari lilitan silinder dengan menghubungkannya menjadi berbentuk donat, sehingga menyatukan kutub utara dan selatan. Pada lilitan toroid, medan magnet ditahan pada lilitan. Ini menyebabkan lebih sedikit radiasi magnetik dari lilitan, dan kekebalan dari medan magnet eksternal.

selengkapnya......

Kapasitor

Kondensator/Kapasitor adalah komponen pasif, notasinya dituliskan dengan huruf C berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik banyaknya muatan listrik per detik dalam satuan Qoulomb (Q). Kemampuan Kondensator/Kapasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad (F), 1 Farad = 1.000.000 m F baca (mikro farad), 1 m F = 1.000 nF baca (nano Farad) dan 1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).Pada perinsipnya Kondensator/Kapasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk memperbesar kapasitansi Kondensator/Kapasitor diantaranya adalah: keramik; kertas; kaca; mika; polyister dan elektrolit tertentu.
Disamping memiliki nilai kapasitas menyimpan muatan listrik Kondensator/Capasitor juga memiliki batas tegangan kerja (working Voltage) maksimum yang dicantumkan nilainya pada komponen. Tegangan kerja Kondensator/Capasitor AC untuk non polar : 25 Volt; 50 Volt; 100 Volt; 250 Volt 500 Volt dsb. Tegangan kerja DC untuk polar: 10 Volt; 16 Volt; 25 Volt; 35 Volt; 50 Volt; 100 Volt; 250 Volt.
Kapasitor yang sering dinamakan pula kondensator merupakan piranti elektronik
yang berfungsi :
1. Menyimpan muatan listrik sementara.
2. Penapisan frekuensi
3. Penalaaan frekuensi
4. Pembentukan gelombang
5. Pengopelan dari satu rangkaian ke rangkaian yang lain.
Membaca Kapasitansi
Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.
Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.
Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104, maka kapasitansinya adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF.
Cara pembacaan nilai kapasitor berbeda – beda sesuai dengan jenisnya, ada yang tertera pada bodi kapasitor ( dalam bentuk label ) dan ada pula yang menggunakan kode warna. Pembacaan nilai kapasitor yang menggunakan kode warna mirip dengan pembacaan pada resistor.

- Angka ke-1 menunjukkan bilangan puluhan
- Angka k-2 menunjukkan bilangan satuan
- Angka ke-3 menunjukkan bilangan pengali
contoh :
1. Pada sebuah kapasitor tertera angka 472 artinya,Kapasitas = 47 x 102 = 4700 pF = 4,7 nF
2. Pada sebuah kapasitor tertulis : 470 μF, 25V artinya, Kapasitas = 470 μF dengan tegangan kerja = 25 volt.
3. Kode kapasitor 562 J 100 V, artinya besarnya kapasitansi 56 x 102pF, J: besarnya toleransi 5%, 100 V, kemampuan tegangan kerja 100 Volt.
4. 100 nJ, artinya besarnya kapasitansi 100 nF, J: besarnya toleransi 5% Kode kapasitor 100 uF 50 V, artinya besarnya kapasitansi 100 uF, besarnya tegangan kerja 50 Volt.
Kapasitor dibedakan menjadi dua yakni :
 
Kapasitor Elektrolit
1. Kapasitor Tetap
2. Kapasitor Variabel
Kapasitor tetap nilai kapasitasnya sudah tidak dapat diubah-ubah seperti : kapasitor film,kapasitor polyster,kapasitor keramik,kapasitor mika , dll. Sedang kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitasnya dapat diubah – ubah seperti : VARCO (Variabel Condensator), kapasitor Trimer.
- Kapasitor Elektrolit
Simbol Kapasitor Elektrolit
Ciri – cirinya adalah :
• Memilik polaritas yakni positip dan negatip
• Untuk meratakan riak pada rectifier / penyearah arus.
• Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF dan dengan tegangan kerja tertentu yang tidak boleh dilampaui.
• Kerusakan yang sering terjadi adalah konslet,kering,bocor,atau meletus.
• Bentuk phisik kapasitor elektrolit seperti gambar ini :
- Kapasitor Tantalum
ciri - ciri nya :
• Memiliki polaritas positip dan negatip
• Berfungsi sama dengan kapasitor elektrolit
• Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF
• Mempunyai unsur logam yang kuat
Kapasitor Tantalum
- Kapasitor Trimer
simbol Kapasitor Trimer
ciri - ciri nya :
• Penyetelan dilakukan menggunakan obeng
• Kedua keping logamnya diisolasi menggunakan lapisan tipis
• Memiliki kapasitas antara 20 pF hingga 100 pF
• Dimanfaatkan pada penerima radio maupun pesawat komunikasi
• Berfungsi sebagai pemilih gelombang / tunning.
Kapasitor Trimer
- Kapasitor Film
Kapasitor Film
ciri - ciri nya :
• Tegangan kerjanya sangat tinggi
• Tidak memiliki polaritas
• Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF
• Kapasitas ada yang tertulis langsung dan ada menggunakan kode warna
• Banyak digunakan pada lampu blitz kamera
- Kapasitor Polyester
ciri - cirinya :
• Tidak memiliki polaritas
• Berbentuk persegi
• Kapasitasnya dinyatakan dalam nF









Kapasitor Variabel
Simbol Varco
ciri nya :
• Dapat diubah kapasitasnya antara Memiliki dua macam dielektrik yakni logam dan plastik
• Sebagai tunning pada penerima radio
• Kapasitas Varco logam antara 200 pF – 1000 pF
• Kapasitas Varco plastik antara 100 pF – 350 pF
• Varco logam digunakan pada tunninng yang bertegangan tinggi seperti Pemancar
Kapasitor Variabel
- kapasitor keramik
Kapasitor Keramik
ciri nya :
• Tidak memiliki polaritas / nonpolar
• Bentuk bulat tipis ( seperti kancing baju )
• Dipakai sebagai filter
• Kapasitasnya dinyatakan dalam pF
• Tegangan kerjanya mulai dari 25 volt, 50 volt , 100 volt , 150 volt , 200 volt , 400 volt bahkan sampai ribuan volt.
• Nilai kapasitasnya ada yang tertulis langsung dan ada yang menggunakan hitungan.
 




A) Kapasitor Nonpolar
Kondensator/Capasitor non polar adalah Capasitor yang elektrodanya tanpa memiliki kutub positif (+) maupun kutub negatif (-) artinya jika pemasangannya terbalik maka Kapasitor tetap bekerja. Contoh Kondensator/Capasitor nonpolar yaitu: Kondensator/Kapasitor variabel (Varco); Kertas, Mylar, Polyester, Keramik dsb.
B) Kapasitor Polar
Kondensator/Capasitor Polar elektrodanya mempunyai dua kutup, yakni kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Apabila Capasitor ini dipasang pada rangkaian elektronika, maka pemasangannya tidak boleh terbalik. Salah satu contonya adalah Capasitor elektrolit atau elko, Tantalum. Nilai kapasitas maksimum dan kutub –kutubnya sudah tertera pada bodi komponen tersebut.

selengkapnya......

Resistor

Resistor atau Tahanan adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur kuat arus yang mengalir. Lambang untuk Resistor dengan huruf R, nilainya dinyatakan dengan cincin-cincin berwarna dalam OHM(Ω).

1. Resistor Tetap
Resistor tetap (Fixed Resistor) adalah hambatan yang nilai hambatannya tetap karena ukuran hambatannya sangat kecil, maka nilai hambatannya untuk yang memiliki daya kecil tidak ditulis pada bodinya melainkan dengan menggunakan kode warna. untuk mengetahui nilai tahanannya, pada bodi Resistor diberi cincin-cincin berwarna yang menyatakan nilai tahanan Resistor.
Resistor yang memiliki Daya Besar, 5 Watt, 10 Watt, 15 Watt, 25 Watt atau lebih nilai resistansinya tidak dituliskan dengan kode warna melainkan langsung ditulis dengan angka. Resistor tetap/Fixed Resitor umumnya dibuat dari bahan Karbon, pengkodean nilai resistansinya umumnya ada yang memiliki 4 cincin warna dan ada juga yang memiliki 5 cincin warna.
Tabel Kode Warna Resistor
 
contoh : 
gelang pertama warna kuning berarti 4, gelang kedua warna ungu berarti 7, gelang ketiga berarti dikali 100, dan gelang keempat warna emas menunjukkan 5%, jadi nilainya 4700 ohm atau 4.7 K ohm 5%.








2. Resistor tidak tetap atau variable Resistor
a) Potensiometer
Yaitu resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus), tone control pada sound system, pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan.Umumnya potensiometer digunakan pada perangkat audio amplifier untuk mengatur level volume dan tone kontrol.
Gambar Potensiometer
b) Trimpot
Nilai hambatan Trimpot dapat diubah-ubah dengan cara memutar atau mentrim. Pada radio dan televisi, Trimpot digunakan untuk mengatur besaran arus pada rangkaian Oscilator atau rangkaian Driver. Lain halnya dengan potensiometer, nilai resistor suatu trimpot tidak dapat diubah secara langsung. Dibutuhkan suatu alat Bantu misalnya obeng untuk memutar poros wiper yang berbentuk seperti mata baut.
Struktur seperti itu memang dimaksudkan agar nilai resistor trimpot tidak dapat diubah dengan mudah. Kasus ini terlihat pada rangkaian yang memiliki bagian yang harus di-setting dengan mengatur resistor suatu resistor terlebih dahulu, namun setelah proses setting selesai, nilai resistansi resistor tersebut tidak perlu diubah-ubah kembali. Secara fungsional trimpot tidaklah jauh berbeda dengan potensiometer.
c) Resistor tidak linier
Nilai hambatan tidak linier dipengaruhi oleh faktor lingkungan, misalnya suhu dan cahaya.
- Thermistor, nilai hambatannya dipengaruhi oleh suhu.
a. PTC Thermistor (Positive Temperatur Coefisien)
Tidak terbuat dari bahan semikonduktor, sehingga makin tinggi suhunya makin besar nilai hambatanya. Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin. Tahanan dari PTC ini baik sekali untuk dipakai sebagai pengamanan terhadap motor-motor listrik.
gambar PTC
b. NTC Thermistor (Negative Temperatur Coefisien)
Terbuat dari bahan semikonduktor, sehingga makin tinggi suhunya makin kecil nilai hambatannya (Gambar 12). Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Tahanan NTC baik sekali dipakai untuk mengukur variasi suhu kecil-kecilan, dan sistem alarm kebakaran.
Gambar NTC
- LDR (Light Dependen Resistor)
LDR (Light Dependent Resistor) yaitu jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila terkena cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan bila terkena cahaya terang nilainya menjadi semakin kecil. Saklar cahaya otomatis dan alarm pencuri, detektor tamu adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR.
Gambar LDR
Simbol - simbol

selengkapnya......

Selasa, 25 Januari 2011

pengantar

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari..... alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan instrumentasi. Banyak sekali alat elektronik dalam kehidupan sehari – hari yang menggunakan dasar elektronika. Contohnya dalam rumah tangga ada televisi bila melepas smua kepenatan dluar rumah dengan banyaknya hiburan yang ada, ada radio yang bisa mendengarkan banyak lagu - lagu baik yang lama ataupun yang baru, ada mesin cuci yang memudahkan ibu - ibu kita mencuci baju, ada rice cooker untuk memasak nasi sehingga tidak perlu capek memasak d kompor, ada blender, pemanggang roti, mixer, teko listrik, ada juga komputer dan printer, smua barang - barang yang dsebutkan sudah begitu banyak di pasaran sehingga kita menjadi mudah dalam mengerjakan sesuatu hal. Peralatan elektronik tersebut tersusun atas komponen – komponen elektronika.
Komponen elektronika terbagi kedalam dua jenis yaitu :
1. Komponen pasif
Komponen pasif tidak dapat mengakibatkan kenaikan daya listrik di dalam rangkaian, contohnya resistor , kapasitor, induktor dan transformator.
2. Komponen aktif
Komponen semikonduktor yang mempunyai fungsi olahan ( menyearahkan ). Komponen aktif contohnya adalah dioda dan transistor.
#sumber : wikipidia

selengkapnya......